Hari jum’at merupakan hari gratis bagi Anak-anak SMK Darissulaimaniyyah. Baik yang putra maupun yang putri.
Selain libur sekolah Formalnya (pagi), Anak-anak juga libur sekolah Diniyyahnya (sakit).
Pada umumnya, Anak-anak lain mengisi hari libur untuk berleha-leha dan anggur-angguran.
Tetapi, beda dengan Anak-anak SMK Darissulaimaniyyah.
Di setiap hari libur atau hari jum’at, Mereka memiliki agenda terpisah. Yaitu “Jum’at Bersih”.
Apa itu jum’at bersih ?
Jum’at bersih merupakan agenda bersih-bersih di sekitar asrama dan sekolah.
Yang dilakukan oleh Anak-anak SMK Darissulaimaniyyah.
Agenda inipun di lakukan seminggu sekali. Yaitu setiap hari Juma’at.
Mereka bergotong royong, bahu membahu membersihkan lingkungan sekitar asrama dan sekolah.
Selain itu, agar pekerjaanya cepat selesai dan terorganisir. Mereka saling membagi tugas. 
Ada yang mengepel lantai, ada yang menyapu halaman, ada yang mencabuti rumput, ada yang membersihkan kamar mandi dan lain-lainya. 
Nah, di kala jum’at bersih tiba. Di situ sosialitas dan solidaritas mereka terbentuk dan terlihat.
Bak kata pepatah “Duduk sama rata, tanpa raja”.
Jadi semua sama. Tidak ada yang berbeda. Semua sepangkat dan semua sederajat. 
Maka dari itu Mereka saling bergotong-royong bahu-membahu dan saling membantu-membantu. 
 Alhasil, Asramapun juga semakin rapi, halaman semakin indah.
Dan tentunya lingkungan yang mereka tempa ti juga semakin asri dan sehat.
Baca juga:

  irfani, alumnus SMK Darissulaimaniyyah tekuni desain grafis

Jika Kita fikir lebih dalam lagi, agenda jum’at bersih yang di lakukan oleh anak-anak SMK, agenda yang biasa-biasa saja. 
Lho? Kok bisa? Wong itu cuma kegiatan bersih bersih doang? 
Ets … Jangan salah. 
Ternyata agenda tersebut adalah bentuk bukti dari solidaritas sosial. Atau solidaritas sosial. 
Memang, Anak-anak SMK Darissulaimaniyyah datang dari berbagai suku, dan ras yang berbeda-beda.
Yang terkenal dari seluruh Tanah Nusantara. Ada yang dari Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Cilacap, Kebumen dan daerah-daerah lainnya. 
Akan tetapi jikalau sudah tiba tiba. Mereka menjadi satu pandu, tidak ada yang membedakan antara satu dengan yang lainnya. 
Seperti halnya yang sudah Kita ketahui. Bahwa manusia merupakan makhluk sosial. Mahkluk yang saling membutuhkan satu sama lain. 
Dan Alhamdulillah-nya, Anak-anak SMK Darissulaimaniyyah menyadari betapa pentingnya kebersamaan dan rasa saling peduli. 
Mereka juga sadar, kalau mereka saling membutuhkan bantuan dari satu dengan lainnya untuk menyelesaikan sebuah perkara. 
Seperti agenda Jum’at bersih tadi. Tidak mungkin mampu jikalau diayahi oleh satu orang saja. 
Jadi untuk hal ini, Anak-anak SMK Darissulaimaniyyah mencampakkan jauh egoisme yang ada pada diri sendiri. 
Mereka menanam sejak dini Solidaritas Sosial dalam diri. Agar kelak, tidak menjadi generasi yang hanya mengurusi perutnya sendiri. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here